fbpx
Home ~ Destination ~ Taman Nasional Lore Lindu

Di jantung Pulau Sulawesi, tepatnya di Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) terdapat patung-patung berbagai berukuran yang menjadi saksi kejayaan nusantara sejak zaman Neolitikum, 3600 tahun sebelum Masehi. Dengan luas lebih dari 200 ribu hektar, Taman Nasional ini sebagian besar wilayahnya terletak di 3 lembah kembar, yaitu; Lembah Bada, Lembah Besoa, dan Lembah Napu.
Lembah tempat sebaran patung megalitik ini memiliki lanskap yang indah. Pemandangan indah tersebut tampak dari hamparan savana yang luas sejauh mata memandang. Patung-patung batu besar berbentuk ukiran manusia, kalamba (wadah batu), dan batu menhir berbagai ukuran tersebar di lembah itu. Menurut sumber yang ada, jumlah bebatuan megalitik ini ada 1.451 buah. Batuan ini merupakan peninggalan pra sejarah yang disinyalir lebih tua dari Candi Borobudur. Megalitik dari Lembah Bada ditemukan pertama kali pada tahun 1908 walaupun penemuan tersebut telah berlangsung lebih dari 100 tahun, namun hanya sedikit yang diketahui tentang keberadaan patung-patung ini di Lembah Bada.
Patung-patung yang berukuran besar yang tersebar di wilayah Lembah Bada ini dikenal dengan sebutan Patung Palindo oleh masyarakat setempat. Palindo dalam bahasa setempat mempunyai arti “Sang Penghibur”. Penamaan patung ini merujuk kepada ukiran patung yang tampak sedang tersenyum. Keberadaan situs yang sudah lama ini menunjukan bahwa dulunya terdapat peradaban besar ada di wilayah ini.
Keberadaan situs megalitikum di dunia seperti di Stonehenge, Pulau Paskah, dan di Lembah Bada yang masih menjadi misteri hingga saat ini menjadi tujuan wisata yang menakjubkan. Situs megalitikum yang ada di Lembah Bada disebutkan menjadi situs megalitikum terbesar di Indonesia.
Keberadaan patung Megalitikum juga memuat sejarah kejayaan dari Suku Napu, Besoa, dan Bada yang dulunya menempati lembah ini. Di Taman Nasional Lore Lindu ini juga masih kental dengan adat istiadat suku Lore. Selain pemandangan bebatuan dan sawah hijau terbentang, akan dengan mudah ditemui rumah adat Suku Lore yaitu rumah kayu yang beratap ijuk dan berdinding bambu serta pembuatan kain dari kulit kayu. Teknik pembuatan kain dari kulit kayu di lembah bada merupakan yang terbaik dan masih dapat ditemui pembuatannya hingga saat ini.
Danau Tambing
Danau Tambing terletak dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Tempat ini begitu popular karena mudah di jangkau dari kota Palu. Keadaan jalan yang sudah bagus seperti sekarang, hanya butuh 2-3 jam dari Palu menuju ke Danau Tambing. Setiap akhir pekan banyak yang datang berlibur atau berkemah di seputar danau yang memiliki hawa sejuk ini.
Danau Tambing berada pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut. Diliputi suasana tenang dan pepohonan rimbun khas hutan tropis. Danau Tambing juga merupakan lokasi pengamatan burung terutama burung endemik Sulawesi yang paling mudah didatangi di bandingkan lokasi-lokasi lainnya yang disiapkan oleh Balai Taman Nasional Lore Lindu karena berada di pinggir jalan poros Palu – Napu. Makanya tak heran bila pagi dan sore akan terdengar orchestra burung yang bersahut-sahutan. Saat ini terdata sekitar 260-an jenis burung dapat ditemukan di sekitar kawasan danau. 30 persen di antaranya adalah burung endemik.
Untuk dapat menyaksikan atraksi burung di Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memang butuh kesabaran. Dengan peralatan yang baik, anda bisa menjumpai burung-burung unik di kawasan ini seperti kipasan sulawesi (Rhipidura teysmanni), gagak berleher putih atau yang dikenal dengan gagak sulawesi (Corvus typicus) dan kancilan ungu (Coracornis raveni).
Balai Taman Nasional Lore Lindu membangun fasilitas umum untuk kenyamanan berwisata di sekitar danau. Terdapat pos pengamatan burung, fasilitas WC Umum, pos jaga disertai tempat penyewaan tenda bagi yang ingin berkemah.

Bird Watching

Hiking

Hoping Island

Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang berada di tengah Teluk Tomini yang membentang dari timur ke barat. Di kepulauan yang terdiri dari sekitar 400 pulau baik yang berpenghuni dan tidak di huni terdapat 7 pulau besar yang berpenghuni, yaitu Pulau Batudaka, Pulau Una-Una, Pulau Togean, Pulau Malenge, Pulau Talatako, Pulau Walea Kodi dan Pulau Walea Bahi.
Di antara pulau-pulau besar tersebut, tersebar pulau-pulau kecil yang sebagian besar tidak berpenghuni. Trip ke Kepulauan Togean juga merupakan kegiatan hoping island yang akan melintasi banyak pulau-pulau dengan berbagai bentuk. Perjalanan dengan boat selama di Kepulauan Togean akan menjadi pemandangan dan pengalaman yang menakjubkan.
Semua paket wisata di kepulauan togean yang kami tawarkan juga merupakan kegiatan keliling pulau-pulau dengan jalur yang menarik dan unik, termasuk juga pilihan akomodasi untuk menginap yang berada di salah satu pulau kecil berpantai pasir putih lembut.

Snorkeling

Keindahan alam bawah laut Taman Nasional Kepulauan Togean dan destinasi lainnya di Pulau Sulawesi telah diakui dunia